SETELAH 7SR MELANDA LOMBOK, KECIL PELUANGNYA TERJADI GEMPA YANG LEBIH BESAR

PLATDR.MEDIA – Hanya berselang 7 hari setelah gempa pertama berkekuatan 6,4 SR terjadi pada Minggu pagi (28/6/2018), Lombok kembali diguncang gempa berkekuatan 7 SR serta pada Minggu malam (05/08).

Bencana ini menyisakan trauma mendalam bagi seluruh warga Lombok, terutama warga Lombok Utara dan Lombok Timur yang terkena dampak paling parah dari gempa bumi ini.

Lombok kini sedang berduka dan dilanda kecemasan. Bagaimana tidak, sampai hari ini (8/08/2018) telah terjadi lebih dari 300 kali gempa susulan.

Banyak yang bertanya apakah sebab utama terjadinya gempa dahsyat yang melanda Bumi Seribu Masjid ini. Seperti yang dikatakan oleh ahli geologi; Danny Hilman Natawidjaja yang ditulis pada situs BBC News Indonesia, bahwa dua gempa yang terjadi lokasinya sangat dekat antara satu dengan lainnya. “Yang pertama, skalanya 6,4, sekarang tujuh, jadi lebih kuat,” kata Danny Hilman pada BBC News.

Gempa kedua terjadi 15 kali lebih besar sehingga dampaknya lebih berbahaya. Skala Richter, menurut Danny, bukan skala linier melainkan skala logaritmik, sehingga gempa di skala tujuh artinya 30 kali lebih kuat dari gempa yang terjadi pada skala enam.

Episentrum dua gempa itu dan kedalamannya kurang lebih sama. “Kedalaman gempa cukup dangkal, sehingga dampaknya lebih besar,” kata Danny. Gempa kedua juga berdampak lebih besar dalam kerusakan yang ditimbulkan karena bangunan sudah lebih dulu rapuh karena gempa yang terjadi sebelumnya. “Saya dengar rumah-rumah yang tetap berdiri setelah gempa pertama kini sudah hancur,” ujar Danny.

Danny juga memprediksi akan ada gempa-gempa susulan lainnya. “Menurut saya, gempa pertama adalah gempa awal, dan gempa yang terjadi sekarang ini adalah yang utama. Di area itu, menurut saya, itu adalah gempa terbesar yang bisa terjadi, dan peluangnya kecil akan ada gempa lagi yang lebih besar,” tambah Danny.

Gempa-gempa susulan lain muncul, kemudian akan makin menurun. Dia memprediksi gempa susulan terbesar bisa mencapai skala 6. “Biasanya gempa susulan akan berlangsung seminggu sebelum menghilang, tapi bisa juga sampai beberapa minggu,” kata Danny.

Tentunya kita semua berharap, apa yang dikatakan Danny benar adanya. Semoga rangkaian gempa ini segera berakhir dan tindakan pasca gempa segera bisa dilakukan untuk memulihkan kondisi Lombok baik secara fisik maupun mental masyarakat yang dilanda trauma.

READ N READ @PLATDR 2018

Related posts

Leave a Reply


Your email address will not be published. Required fields are marked *